Dalam keseharian, istilah “urat” adalah kata paling populer untuk menggambarkan segala jenis rasa sakit, pegal, kaku, hingga cedera yang terasa dalam. Mulai dari “salah urat” sampai “urat kejepit,” kata “urat” telah menjadi ‘wadah’ bagi hampir semua keluhan fisik.
__
Padahal, dalam ilmu anatomi, kata “urat” itu sendiri tidak merujuk pada satu pun struktur tunggal yang spesifik. Ibaratnya, “urat” adalah nama panggilan umum, bukan nama aslinya.
__
I. Mitos “Urat” yang Sebenarnya Tidak Berwujud
Kita tidak akan menemukan label dan gambar “Urat” di buku anatomi. Setiap rasa sakit atau pegal yang Anda rasakan berasal dari jaringan-jaringan dengan nama dan fungsi yang jelas.
__
Tiga struktur inilah yang paling sering Anda rasakan ketika menyebutnya sebagai “urat”:
| Jaringan Sebenarnya | Fungsi Singkat | Keluhan Awam yang Paling Sering Terjadi |
|---|---|---|
| OTOT (Muscle) | Menggerakkan tulang dan sendi. Jaringan yang paling sering berkontraksi dan tegang. | Pegal-Pegal, Kaku, Tarik Urat. (Ini adalah 90% dari keluhan “urat”) |
| LIGAMEN (Ligament) | Tali pengikat sendi; menghubungkan tulang ke tulang. | Keseleo / Terkilir (Cedera pada ligamen saat sendi terpelintir). |
| TENDON (Tendon) | Menghubungkan otot ke tulang. | Nyeri di dekat sendi saat bergerak (Radang Tendon). |
II. Nyeri Menjalar: Ketika “Urat” Berubah Menjadi Saraf
Lalu, bagaimana dengan rasa sakit yang menjalar, panas, atau disertai kebas dan kesemutan (seperti rasa nyetrum)?
__
Rasa sakit jenis ini sering disebut “Saraf Kejepit.” Di sinilah kesalahpahaman antara “urat” dan “Saraf” terjadi.
- SARAF (Nerve): Ini adalah jaringan yang bertugas mengirimkan sinyal rasa sakit, gerakan, dan sentuhan dari tubuh ke otak.
- Wujud Asli: Saraf itu berbentuk seperti kabel. Ketika kabel ini tertekan (misalnya oleh otot yang terlalu tegang, atau bantalan tulang yang bergeser), maka timbullah rasa nyeri menjalar dan sensasi kebas.
- Kesimpulannya: Rasa nyeri menjalar disebabkan oleh Saraf yang teriritasi/terjepit, bukan karena “urat” pindah posisi.
Baik teman-teman, semoga artikel diatas cukup menjelaskan mengenai kesalah fahaman kita memahami gejala yang kita alami bahwasannya yang sering kita gadang-gadang sebagai Urat itu tidak benar dalam kata lain dalam tubuh kita tidak ada yang namanya Urat sebagai bentuk fisik.
Leave a Reply